7 Days to Die, Game Indie yang Mempunyai Fitur Berkelas AAA

136 views

Beberapa tahun ini, perkembangan dunia game semakin meningkat. Mulai banyak game indie yang bisa disejajarkan dengan game-game besutan studio kelas atas.

Salah satu game indie yang berhasil mendapatkan perhatian banyak gamer baik dari dalam negeri maupun luar negeri adalah game bertema survival zombie berjudul 7 Days to Die.

7 Days to Die adalah game indie yang dibuat oleh Fun Pimps. Menariknya, 7 Days to Die ini masih berstatus early access game sejak tahun 2013. Jadi secara singkatnya, game ini memang masih dinyatakan sebagai game yang belum resmi. Setiap pemain diharapkan untuk memahami jika menemukan adanya beberapa bug saat memainkan 7 Days to Die.

Namun menariknya, kebanyakan orang yang sudah memainkan game indie ini cukup lama justru berharap agar Fun Pimps tidak pernah melepas status early access game pada 7 Days to Die ini.

Tertarik untuk mengetahui apa alasan kebanyakan gamer justru tidak mau 7 Days to Die keluar dari status early access? Baca review game indie 7 Days to Die selengkapnya di artikel ini.

Alur Cerita Game Indie 7 Days to Die

Dari segi cerita, game indie 7 Days to Die ini memang bisa dikatakan kurang. Karena sampai saat ini belum ada alur cerita yang jelas di dalam game buatan Fun Pimps ini.

Inti dari game indie 7 Days to Die ini adalah anda harus bisa bertahan hidup di dunia pasca wabah zombie tersebar luas. Anda tidak hanya harus bisa bertahan hidup saja, namun andapun harus bersiap menghadapi serangan zombie setiap 7 hari sekali.

Jadi sembari memperhatikan mengenai makanan dan minuman, anda juga harus mulai membangun pertahanan agar bisa selamat dari serangan zombie setiap 7 hari sekali.

Selain harus bersiap menghadapi serangan zombie setiap 7 hari sekali, anda juga harus lebih berhati-hati ketika menghadapi zombie di dalam game 7 Days to Die ini.

Kenapa? Karena ada sekian persen kemungkinan anda terjangkit virus ketika menerima serangan dari zombie. Jika anda sudah terjangkit virus, mau tidak mau anda harus mulai mencari atau membuat antibiotic untuk melumpuhkan virus tersebut. Jika tidak bisa dilumpuhkan, maka dalam waktu 7 hari karakter anda akan berubah menjadi zombie.

Fitur yang Membuat 7 Days to Die Tidak Layak Disebut Game Indie Lagi

Jika anda mencoba bermain game 7 Days to Die sejak tahun 2013, memang anda pasti setuju jika 7 Days to Die disebut sebagai game indie. Namun jika anda memainkan game 7 Days to Die versi terbaru, kemungkinan besar anda tidak akan percaya jika game tersebut adalah game indie dan bahkan masih berstatus early access.

Kenapa kemungkinan anda akan sulit percaya jika 7 Days to Die adalah game indie jika memainkan versi terbarunya? Berikut ini adalah beberapa alasannya:

· Game first person dengan kualitas grafis AAA

7 Days to Die memang adalah game yang dijalankan dengan kamera view first person. Jadi anda tidak akan bisa melihat karakter anda sepenuhnya. Anda hanya bisa melihat tangan dari karakter anda saja.

Memang Fun Pimps sudah memberikan fitur third person pada game 7 Days to Die terbaru, namun game ini tetap lebih nyaman dimainkan dengan kamera view first person.

Dari segi grafisnya, 7 Days to Die versi terbaru memang sudah tidak bisa dikategorikan sebagai game indie lagi. Kenapa? Karena kualitas grafis dari game satu ini bisa dikatakan sangat baik.

Anda bisa menikmati panorama alam yang sangat indah. Bahkan anda bisa melihat perubahan siang dan malam dengan sangat realistis. Tak hanya itu saja, zombie yang ada di dalam game ini juga memiliki tekstur yang sangat baik.

Pada bagian grafis ini, Fun Pimps juga baru saja menambahkan efek rendering yang jauh lebih memukau di versi terbaru. Sekarang anda sudah bisa melihat pantulan obyek yang berada sangat jauh dari lokasi anda.

· Fitur crafting yang luar biasa kompleks

Selain memiliki grafis kualitas AAA, 7 Days to Die juga sudah tidak layak disebut sebagai game indie karena di dalamnya terdapat fitur crafting yang sangat kompleks.

Di versi awalnya, memang fitur crafting 7 Days to Die masih bisa dikatakan sangat sederhana. Namun seiring berjalannya waktu, fitur crafting 7 Days to Die semakin ditingkatkan.

Jika dilihat, dari semua aspeknya, 7 Days to Die paling banyak mendapatkan pengembangan pada bagian crafting. Sekarang, anda bisa merasakan fitur crafting di dalam game 7 Days to Die mendekati kenyataan.

Jadi setiap barang yang bisa anda buat membutuhkan item-item yang sesuai dengan di dunia nyata. Hal ini jelas membuat game indie 7 Days to Die semakin terasa realistis.

· Pemain mendapatkan kebebasan 100%

7 Days to Die bukan hanya menarik karena fitur craftingnya yang kompleks. Game indie satu ini berhasil memikat hati banyak gamer juga disebabkan karena memberikan kebebasan 100% kepada pemain.

Anda tidak hanya bisa membangun basecamp untuk bertahan dari serangan zombie, andapun bisa memodifikasi sepenuhnya rumah-rumah yang ada di dalam game.

Anda bahkan bisa meruntuhkan rumah dan membangun rumah baru di atas reruntuhannya.

Jadi bisa dikatakan, hampir tidak ada batas di dalam game indie satu ini. Batasan game 7 Days to Die ini hanyalah kreatifitas dari pemain saja.

· Fitur multiplayer

Jika dilihat dari fitur-fitur sebelumnya, tak lengkap rasanya jika 7 Days to Die itu tidak memiliki fitur multiplayer.

Fun Pimps benar-benar paham mengenai kebutuhan gamer untuk bisa bermain game kesukaannya bersama dengan teman-teman.

Sebagai game indie, 7 Days to Die ini sudah mendukung fitur multiplayer. Jadi anda bisa bermain bersama dengan teman-teman. Menariknya lagi, anda bisa bersama-sama membangun basecamp dan juga menghabisi zombie-zombie bersama teman.

· Fitur kendaraan

Jika anda perhatikan, area yang bisa dijelajahi di game indie 7 Days to Die ini sangatlah luas. Oleh sebab itu, hampir tidak mungkin pemain bisa menyusuri semua areanya hanya dengan berjalan kaki.

Oleh sebab itu, Fun Pimps mulai menambahkan fitur kendaraan. Awalnya, 7 Days to Die hanya memiliki satu macam kendaraan yang bernama mini bike. Namun di versi terbarunya, Fun Pimps sudah menambahkan 4 jenis kendaraan baru yaitu jeep, sepeda motor, sepeda, dan juga gyrocopter.

Dengan semakin banyaknya jenis kendaraan yang bisa pemain gunakan tersebut, jelas 7 Days to Die menjadi tidak lagi layak disebut sebagai game indie.

Namun meskipun ada beberapa jenis kendaraan baru yang bisa anda gunakan, kemungkinan besar anda harus bersabar karena anda harus membangunnya terlebih dahulu sebelum bisa menggunakannya.

· Jenis zombie yang semakin banyak

Saat pertama kali diluncurkan sebagai game indie early access, anda hanya bisa melihat beberapa jenis zombie saja di game 7 Days to Die ini.

Namun jika anda perhatikan di versi terbarunya, jenis zombie yang siap menghabisi anda semakin banyak. Masing-masing jenis zombie tersebut juga memiliki kelebihan yang berbeda-beda. Jadi bersiaplah untuk membuat pertahanan sekuat mungkin sebelum zombie-zombie tersebut menyerang anda.

Jika dilihat dari perkembangan fitur yang dilakukan oleh Fun Pimps selama 5 tahun, jelas 7 Days to Die ini sebenarnya sudah tidak bisa digolongkan sebagai game indie.

Selain tidak layak lagi digolongkan sebagai game indie, 7 Days to Die ini sebenarnya juga sudah kurang cocok disebut sebagai game early access.

Kesimpulan

7 Days to Die memang masih berstatus game early access sejak tahun 2013. Namun meskipun masih menjadi game early access, 7 Days to Die ini bisa dikatakan sebagai salah satu game indie yang paling rajin mendapatkan pembaruan dari developernya.

Menariknya lagi, sampai saat ini justru semakin banyak gamer yang berharap game indie satu ini tidak pernah keluar dari status early access. Salah satu alasan kenapa banyak yang tidak ingin 7 Days to Die keluar dari status early access adalah karena game pasti akan sangat jarang mendapatkan pembaruan ketika sudah keluar dari status early access.

Jika anda tertarik untuk mencoba bertahan hidup pasca wabah zombie menyebar luas, anda bisa memainkan game indie berjudul 7 Days to Die buatan Fun Pimps ini. Anda bisa membelinya secara langsung dari Steam (untuk PC).

Tags: #Game Indie