Alasan Tidak Memasang Aplikasi Perbankan Android

1734 views

Aplikasi Perbankan Android – Apakah sobat merupakan seorang nasabah bank? Bank memang menjadi salah satu fasilitas yang cukup diperlukan masyarakat dewasa ini karena keberadaannya menjadi solusi  mumpuni, mulai dari sekedar untuk berinvestasi hingga beragam aktivitas finansial lainnya. Kebutuhan yang tinggi pada akhirnya membuat beberapa bank membuat terobosan dengan mengeluarkan beragam inovasi untuk memudahkan nasabah yang salah satunya berupa peluncuran program mobile banking Android. Dengan menggunakannya, nasabah yang menggunakan ponsel berbasis Android diharapkan dapat menyelesaikan segala jenis transaksi perbankan dengan cepat dan praktis tanpa harus datang ke kantor bank tersebut.

Meski membantu memudahkan kebutuhan pengguna, ternyata penggunaan aplikasi perbankan Android memiliki resiko yang tidak main-main lho. Jika sobat salah satunya pengguna mobile banking, sebaiknya pikirkan kembali penggunaan aplikasi ini setelah membaca alasan tidak memakai aplikasi perbankan Android yang telah dirangkum oleh tim redaksi Gadgetanda.com berikut ini:

10 Alasan Tidak Memasang Aplikasi Perbankan Android

Aplikasi Perbankan Android

  • Aplikasi Perbankan ternyata tidak aman

Salah satu hal yang patut dijadikan sebagai dasar untuk memikirkan kembali penggunaan aplikasi perbankan Android adalah adanya hasil penelitian yang dilakukan oleh ahli riset bernama Ariel Sanchez dari IO Active Labs yang dimuat dalam laman Phone Arena pada Rabu (15/1/2014) lalu. Dalam penelitiannya ditemukan bahwa sekitar 9 dari 10 aplikasi perbankan yang ada di toko aplikasi mobile ternyata memiliki masalah keamanan.

Penelitian Sanchez sendiri sebenarnya bukan hanya dilakukan untuk aplikasi berbasis Android saja, melainkan juga beberapa platform lainnya. Dalam tahap pengujian pada sekitar 40 aplikasi mobile banking sejumlah bank ternama di dunia ditemukan masalah keamanan cukup serius. Seluruh aplikasi yang telah diuji ternyata memiliki celah keamanan yang memungkinkan pelaku kejahatan melakukan phising maupun spamming.

Sang peneliti menjelaskan celah keamanan tersebut memungkinkan pelaku kejahatan cyber mengirimkan surel (surat elektronik) resmi yang seolah-olah dari bank tersebut. Kemudian melalui email itulah sang pelaku bisa mendapatkan informasi pribadi nasabah yang seharusnya dirahasiakan.

Temuan lain yang cukup mengejutkan adalah fakta bahwa 70% dari 40 aplikasi perbankan yang diuji ternyata tidak memiliki layanan otentifikasi keamanan alternative untuk mencegah phising dan spamming. Sementara itu, aplikasi sisanya telah memiliki fitur keamanan yang menggunakan database terenskripsi untuk menyimpan data pengguna.

  • Aplikasi perbankan rentan virus

Ancaman keamanan aplikasi perbankan Android kembali mencuat setelah ditemukan virus baru bertajuk Android/Trojan.Bank.Wroba yang dapat menginfeksi handset sobat. Virus ini menyerang perangkat kemudian mencuri password serta data korba ketika mengakses akun rekening secara online.

Virus ini sendiri diketahui telah tersebar di sejumlah wilayah Eropa, Brazil, dan India. Meski demikian, peredaran virus paling parah diketahui terjadi di wilayah Korea Selatan yang tersebar melalui situs file sharing maupun toko aplikasi tidak resmi.

Virus satu ini mampu menyamar sebagai aplikasi dalam Google Play Store sehingga pengguna tidak akan menyadari bahwa gerak-geriknya tengah diawasi. Virus ini selanjutnya dapat memantau pesan singkat yang masuk, aplikasi yang diinstal, hingga dapat berkomunikasi dengan server.

Pada aplikasi perbankan, virus terbaru ini mampu menghapus aplikasi yang terpasang kemudian menggantinya dengan keylogger yang sangat mirip dengan aplikasi asli. Aplikasi ini sendiri berisi kode berbahaya tanpa fungsi perbankan yang dapat mengakses rekening dan mendapatkan data penting lainnya.

  • Rawan dibajak

Aplikasi perbankan Android tentu membutuhkan jaringan nirkabel atau internet agar dapat mengakses akun rekening sobat. Secara inheren, jaringan nirkabel sebenarnya tidak aman karena penyiaran pesan melalui udara sebenarnya dapat memicu kemungkinan penyadapan oleh siapapun.

  • Kemungkinan data tak terhapus

Informasi transaksi perbankan biasanya disimpan nasabah secara otomatis dalam memori internal. Hal ini mungkin tak menjadi masalah selama handset tersebut menjadi milik sobat, namun masalah mungkin terjadi ketika perangkat dijual kembali atau hilang. Data yang ada dalam ponsel mungkin saja dapat direcovery sehingga informasi sobat bisa diketahui oleh orang lain.

Beberapa alasan yang telah disebutkan tersebut wajib menjai pertimbangan sebelum kamu menggunakan mobile banking. Memang ada baiknya untuk memikirkan penggunaan aplikasi perbankan Android tersebut sekali lagi, namun apabila penggunaannya tidak dapat dihindari maka cara-cara berikut dapat diaplikasikan untuk mengurangi potensi kejahatan cyber:

  • Unduh langsung dari situs bank sobat

Sobat tentu mengetahui bahwa saat ini ada banyak sekali aplikasi perbankan Android palsu yang sering digunakan oknum tak bertanggung jawab untuk mendapat keuntungan. Salah satu cara untuk menghindari hal ini adalah dengan mengunduh aplikasi bank langsung dari portal resminya. Dengan demikian, sobat dapat merasa lebih aman dalam menggunakan.

  • Jangan menggunakan autosave password

Salah satu fitur aplikasi perbankan Android yang biasa digunakan adalah fasilitas auto save yag memungkinkan perangkat mengingat kata sandi dan menyimpannya. Jika aplikasi perbankan sobat dilengkapi dengan fitur ini, sebaiknya jangan digunakan. Hal ini penting untuk diperhatikan agar akun rekening tidak sembarangan dapat diakses siapapun yang menggunakan ponsel Anda.

  • Selalu simpan data dalam kartu memori

Penyimpanan melalui kartu internal memori memungkinkan data tersisa dapat dikembalikan melalui proses recovery. Tentu saja hal ini cukup berbahaya terutama jika sobat berniat menjual kembali perangkat. Oleh karena itu, usahakan agar segala informasi yang menyangkut kegiatan perbankan disimpan dalam kartu memori agar tidak meninggalkan “jejak”.

  • Sebaiknya tidak sembarangan meminjamkan perangkat

Ponsel maupun handset merupakan barang pribadi yang seringkali menyimpan data tertentu. Oleh karena itu, sebaiknya sobat tidak sembarangan meminjamkan perangkat pada orang karena dikhawatirkan akan terjadi pencurian data oleh oknum tak bertanggung jawab.

  • Selalu perbarui aplikasi keamanan handset kesayangan

Sobat tentu memahami bahwa virus menjadi salah satu ancaman dalam penggunaan aplikasi mobile banking Android. Oleh karena itu, memastikan keamanan handset merupakan salah satu hal penting yang wajib diperhatikan dan dijadikan prioritas.

Hal yang bisa dilakukan untuk ini adalah dengan tidak mengabaikan pemberitahuan update keamanan atau antivirus sobat. Pastikan kamu menggunakan versi terbaru dan terbaik untuk mengamankan ponsel dari serangan beragam malware maupun virus berbahaya.

  • Pastikan koneksi sobat kuat

Transaksi aplikasi perbankan Android dilakukan melalui udara dalam jaringan nirkabel. Nah, kemungkinan kehilangan pesan dalam perjalanan sangat mungkin terjadi apabila konektivitas sobat sangat rendah. Oleh karena itu, pastikan jangkauan jaringan sobat cukup kuat untuk menjamin transaksi yang aman dan terkendali.

Aplikasi perbankan Android memang memiliki keuntungan cukup besar dalam memudahkan akses dan transaksi bank, namun terlepas dari itu semua tetap saja terdapat beberapa resiko yang harus dihadapi apabila menggunakannya. Berikut aplikasi Perbankan yang bisa Sobat unduh dari Google Play:

Download Aplikasi Perbankan Android

  1. BCA Mobile Bangking

BCA Mobile banking

  1. Mandiri Mobile Banking

Mandiri Mobile Banking

  1. BRI Mobile Banking

BRI Mobile Banking

  1. ATM Bersama (Official)

ATM Bersama (Official)

Resiko penggunaan aplikasi perbankan Android tentu saja tidak boleh menjadi momok menakutkan bagi sobat pengguna. Hal yang perlu diperhatikan sebenarnya adalah bagaimana sobat mengambil langkah preventif yang dapat meminimalkan potensi terjadinya kejahatan cyber yang mungkin terjadi. Apabila hal ini telah dapat dilakukan dengan benar, maka kamu dapat melakukan transaksi tanpa perlu takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Selamat bertransaksi dan tetap hati-hati ya.

Tags: #Aplikasi Perbankan Android #Mobile Banking Android #Resiko Mobile Banking