Graphene, Teknologi Baterai Smartphone Baru yang Diklaim Lebih Baik dari Lithium Polymer dan Ion

kelebihan teknologi baterai graphene untuk smartphone mendatang 600x300 » Graphene, Teknologi Baterai Smartphone Baru yang Diklaim Lebih Baik dari Lithium Polymer dan Ion

Seperti yang sudah banyak diperbincangkan, teknologi yang dibenamkan di smartphone yang meluncur pada tahun 2020 nanti kemungkinan memang makin banyak dan makin canggih.

Selain dari segi chipset, layar, dan juga kamera, teknologi baru yang kemungkinan besar akan segera digunakan pada smartphone keluaran tahun 2020 nanti adalah baterai berteknologi graphene.

Secara garis besarnya, baterai graphene ini jauh lebih baik dari segala segi jika dibandingkan dengan baterai smartphone masa kini yaitu lithium polymer dan juga lithium ion.

Penasaran dengan apa saja kelebihan dari baterai graphene yang kemungkinan besar akan digunakan di smartphone keluaran tahun 2020 nanti? Jika anda ingin tau apa kelebihannya, anda bisa baca selengkapnya di dalam artikel ini.

Ini 5 Kelebihan Baterai Graphene Dibandingkan Baterai Li-Po dan Li-Ion Smartphone Sekarang

Jika dibandingkan dengan baterai lithium polymer maupun lithium ion yang digunakan smartphone masa kini, baterai graphene yang diprediksi akan mulai digunakan smartphone keluaran tahun 2020 nanti memang punya banyak kelebihan.

kelebihan teknologi baterai graphene untuk smartphone mendatang » Graphene, Teknologi Baterai Smartphone Baru yang Diklaim Lebih Baik dari Lithium Polymer dan Ion

Berikut ini adalah beberapa kelebihan dari baterai graphene dibandingkan dengan baterai lithium ion dan lithium polymer smartphone masa kini:

  1. Baterai graphene bisa menyimpan lebih banyak energi

Kelebihan pertama yang membuat beberapa produsen smartphone mulai melirik untuk menggunakan baterai graphene adalah karena baterai graphene bisa menyimpan energi yang lebih banyak dibandingkan dengan baterai lithium polymer maupun lithium ion.

Jadi dengan ukuran dan berat yang sama dengan baterai lithium polymer maupun lithium ion, baterai graphene bisa menyimpan energi 5 kali lebih banyak.

Jadi bisa dibayangkan bukan jika saat ini baterai smartphone lithium polymer memiliki kapasitas 5.000 mAh, berarti ketika menggunakan baterai graphene nanti bisa memiliki kapasitas 25.000 mAh.

  1. Sama sekali tidak mengalami penurunan kemampuan menyimpan energi

Selain bisa menyimpan lebih banyak energi dengan ukuran dan berat yang sama, baterai graphene juga punya kelebihan sama sekali tidak mengalami penurunan kemampuan menyimpan energi setelah diisi ulang selama berkali-kali.

Hal ini memang sudah dimiliki baterai lithium polymer. Namun sebenarnya, baterai lithium polymer masih mengalami sedikit sekali penurunan kemampuan menyimpan energi.

Apalagi jika diisi ulang dengan menggunakan fitur pengisian daya cepat yang banyak digunakan di smartphone masa kini.

  1. Sangat aman digunakan

Kelebihan berikutnya dari baterai graphene jika dibandingkan dengan baterai lithium polymer dan lithium ion yang digunakan smartphone masa kini adalah jauh lebih aman.

Kenapa? Karena graphene terbuat dari bahan-bahan yang aman sehingga tidak menimbulkan ledakan ketika mengalami kerusakan seperti pada baterai lithium polymer maupun lithium ion smartphone masa kini.

  1. Sangat murah untuk diproduksi secara massal

Kelebihan yang berikutnya dari baterai graphene sehingga mulai banyak produsen smartphone yang meliriknya adalah karena baterai graphene ini jauh lebih murah biaya produksinya jika dibandingkan dengan baterai jenis lithium polymer dan juga lithium ion.

Pasalnya, bahan-bahan yang digunakan untuk memproduksi baterai graphene ini memang mayoritas merupakan bahan yang tergolong eco friendly atau ramah lingkungan.

Hal tersebut jelas sangat berbeda dengan baterai jenis lithium polymer maupun lithium ion yang digunakan di mayoritas smartphone masa kini.

  1. Sangat cocok dikombinasikan dengan fitur fast charging berdaya besar

Yang terakhir, baterai graphene ini juga sangat logis akan segera digunakan di beberapa smartphone keluaran tahun 2020 nanti.

Pasalnya, baterai graphene ini sangat cocok sekali dikombinasikan dengan fitur fast charging berdaya besar yang tidak bisa dijamin keamanannya ketika digunakan di baterai jenis lithium ion maupun lithium polymer.

Lalu smartphone apa saja yang kemungkinan besar akan menggunakan baterai graphene ini di tahun 2020 nanti?

Menurut rumornya, sudah ada 2 produsen smartphone yang kemungkinan besar akan mulai mencoba menggunakan baterai graphene di lini smartphone flagshipnya di tahun 2020 nanti.

2 produsen smartphone yang sudah bersiap-siap untuk menggunakan baterai graphene di smartphone flagshipnya tersebut adalah Samsung dan juga Huawei. Kabarnya, Samsung Galaxy S12 dan Huawei Mate P40 nanti.