Mengenal Tentang Soft Brick dan Hard Brick Pada Smartphone Android

pahami kondisi soft brick dan hard brick pada smartphone android 600x300 » Mengenal Tentang Soft Brick dan Hard Brick Pada Smartphone Android

Dengan semakin banyaknya smartphone yang menggunakan sistem operasi Android, maka sudah pasti makin banyak juga yang mengalami masalah dengan sistem operasi Android.

Ada cukup banyak masalah yang memang bisa dialami oleh pengguna smartphone Android. Namun dari sekian banyak masalah, yang paling sering dialami adalah soft brick dan juga hard brick.

Sayangnya, belum banyak pengguna smartphone Android yang tau mengenai apa itu soft brick dan juga hard brick. Bagaimana dengan anda? Apakah anda sudah paham soal soft brick dan hard brick pada smartphone Android?

Bagi anda yang mungkin belum begitu paham soal soft brick dan juga hard brick pada smartphone Android, anda bisa baca lebih detail mengenai apa itu soft brick dan hard brick di dalam artikel ini.

Apa Itu Soft Brick dan Hard Brick Pada Smartphone Android?

Sebenarnya apa itu soft brick dan juga hard brick pada smartphone Android? Yang dimaksud dengan soft brick ataupun hard brick itu adalah satu kondisi dimana smartphone Android tidak bisa masuk kedalam menu utama ataupun bahkan mati total.

Smartphone Android yang mengalami kondisi tersebut memang cenderung dikategorikan mengalami masalah pada sistem operasinya terlebih dahulu sebelum masuk kedalam hardware atau perangkat keras.

pahami kondisi soft brick dan hard brick pada smartphone android » Mengenal Tentang Soft Brick dan Hard Brick Pada Smartphone Android

Pasalnya, sistem operasi Android memang merupakan sistem operasi yang cukup rawan dikarenakan sistem operasi Android itu adalah jenis sistem operasi open source atau yang semua orang bisa mengopreknya dengan bebas.

Oleh sebab itu, tidak jarang smartphone Android itu lebih sering rusak karena sistemnya bukan karena hardware atau perangkat kerasnya.

Apa Bedanya Soft Brick Dengan Hard Brick Smartphone Android?

Lalu apakah soft brick dan hard brick itu sama? Apa bedanya antara soft brick dengan hard brick?

Hard brick dan juga soft brick jelas sangat berbeda. Yang membedakan ada pada tingkat kerusakannya.

Hard brick adalah kerusakan sistem operasi Android yang sudah cukup parah dan kemungkinan untuk bisa diperbaiki sangat rendah. Sedangkan soft brick adalah kerusakan sistem operasi Android yang bisa dikatakan masih ringan dan 90% masih bisa diatasi.

Gejala Smartphone Android yang Mengalami Soft Brick dan Hard Brick

Lalu seperti apa gejala smartphone Android yang bisa dikategorikan mengalami soft brick dan hard brick itu?

Sebuah smartphone Android bisa dikatakan mengalami soft brick ketika tidak bisa masuk kedalam menu utama namun masih bisa mengakses sistem recovery.

Biasanya, smartphone Android dikatakan mengalami soft brick ketika terus menerus berada dalam fase loading setelah dinyalakan. Selain itu, smartphone Android juga bisa dikategorikan mengalami soft brick ketika hanya menampilkan animasi brand vendor saja setelah dihidupkan.

Sedangkan untuk hard brick itu gejalanya jauh lebih parah. Smartphone yang mengalami hard brick itu bisa dikatakan mati total atau sudah tidak bisa dihidupkan lagi.

Selain itu, smartphone Android yang dinyatakan mengalami hard brick itu adalah yang gagal masuk kedalam menu utama dan juga tidak bisa mengakses sistem recovery maupun download mode (odin mode) dan juga sudah tidak bisa terdeteksi ketika dihubungkan dengan komputer ataupun laptop melalui port USB.

Bagaimana Cara Mengatasi Smartphone Android yang Mengalami Soft Brick dan Hard Brick?

Lalu apa solusinya jika smartphone Android yang anda miliki sampai mengalami masalah seperti soft brick maupun hard brick tersebut?

Jika smartphone Android yang anda miliki tidak bisa masuk kedalam menu utama dan hanya berputar-putar saja di fase loading, anda bisa coba akses terlebih dahulu sistem recoverynya.

Cara mengakses sistem recovery smartphone Android adalah dengan mematikan terlebih dahulu smartphone, kemudian tekan dan tahan tombol power dan tombol volume atas. Setelah smartphone menyala dan muncul logo, lepaskan tombol power.

Jika anda bisa masuk kedalam sistem recovery, maka anda hanya perlu melakukan reset factory saja. Biasanya kasus soft brick ringan sudah bisa teratasi dengan melakukan reset factory dan juga wipe cache dari sistem recovery.

Namun jika masalah yang anda alami tergolong hard brick, maka anda bisa coba terlebih dahulu hubungkan smartphone Android ke komputer ataupun laptop.

Jika smartphone masih terdeteksi di komputer ataupun laptop, anda bisa mulai mengatasi masalah hard brick dengan menggunakan software Odin. Namun jika smartphone Android sudah tidak terdeteksi, maka kemungkinan besar smartphone yang anda miliki sudah tidak bisa diperbaiki tanpa mengganti komponen memori ataupun CPUnya.

Pasalnya, hard brick yang sampai membuat smartphone Android tidak terdeteksi di komputer ataupun laptop itu adalah pertanda bahwa komponen memori ataupun CPU yang mengalami kerusakan dan menyebabkan hard brick.

Jadi bagaimana? Sekarang sudah cukup paham bukan mengenai apa yang dimaksud dengan soft brick dan juga hard brick pada smartphone Android?