Pahami Beda USB Power Delivery Dengan Quick Charge di Smartphone Masa Kini

beda fitur smartphone usb power delivery dengan quick charge 600x300 » Pahami Beda USB Power Delivery Dengan Quick Charge di Smartphone Masa Kini

Ketika berbicara soal teknologi yang ada di dalam smartphone masa kini, teknologi fast charging adalah salah satu fitur yang paling umum ditemukan di smartphone masa kini.

Namun ketika membahas mengenai teknologi fast charging yang digunakan di smartphone, ada 2 teknologi fast charging yang sering disebut yaitu Power Delivery dan Quick Charge.

Sebenarnya apa bedanya antara teknologi pengisian daya baterai cepat atau fast charging yang disebut dengan Power Delivery dengan Quick Charge itu?

Jika anda belum tau dan merasa penasaran dengan apa perbedaan dari Power Delivery dan juga Quick Charge tersebut, anda bisa pelajari perbedaan kedua teknologi fast charging baterai smartphone masa kini tersebut di dalam artikel ini.

Perbedaan Quick Charge Dengan Power Delivery dari Segi Lisensi

Meskipun tampaknya serupa karena teknologi Power Delivery dan Quick Charge itu sama-sama mempercepat pengisian daya baterai, namun faktanya keduanya itu punya banyak perbedaan.

Hal yang membedakan antara teknologi Power Delivery dengan Quick Charge yang pertama adalah dari segi lisensinya.

beda fitur smartphone usb power delivery dengan quick charge » Pahami Beda USB Power Delivery Dengan Quick Charge di Smartphone Masa Kini

Jika vendor smartphone mau menggunakan teknologi Quick Charge, maka mau tidak mau mereka harus membayar lisensi pada Qualcomm. Kenapa? Karena Qualcomm adalah pemilik lisensi teknologi Quick Charge tersebut.

Namun jika vendor smartphone mau menggunakan teknologi Power Delivery, mereka tidak perlu membayar kepada siapapun. Pasalnya, Power Delivery ini bisa digunakan secara gratis teknologinya.

Perbedaan Quick Charge dan Power Delivery dari Segi Kompatibilitas Perangkat

Setelah bicara soal perbedaan dari segi lisensinya, teknologi Quick Charge dan juga Power Delivery juga sangat berbeda dari segi kompatibilitasnya.

Jika berbicara soal teknologi Quick Charge, biasanya teknologi tersebut hanya bisa digunakan pada smartphone yang menggunakan chipset buatan Qualcomm saja.

Jadi jika smartphone tidak menggunakan chipset buatan Qualcomm, maka smartphone tersebut tidak akan bisa menggunakan fitur Quick Charge.

Berbeda halnya dengan Power Delivery, semua jenis smartphone bisa menggunakan teknologi tersebut. Pasalnya, teknologi Power Delivery ini tidak disematkan di dalam chipset seperti halnya Quick Charge yang disematkan di dalam chipset buatan Qualcomm.

Perbedaan Antara Teknologi Quick Charge dan Power Delivery dari Segi Maksimal Dayanya

Perbedaan berikutnya antara teknologi Quick Charge milik Qualcomm dengan teknologi Power Delivery ada pada bagian maksimal daya yang bisa dihasilkan.

Untuk teknologi Quick Charge milik Qualcomm sampai saat ini baru bisa memberikan daya maksimal sebesar 60 Watt saja. Sedangkan pada Power Delivery sudah bisa memberikan daya maksimal sebesar 100 Watt.

Jadi bisa dikatakan dari segi maksimal daya yang bisa diberikan, teknologi Power Delivery jauh lebih unggul dari teknologi Quick Charge milik Qualcomm.

Perbedaan Teknologi Power Delivery Dengan Quick Charge dari Jenis Konektor Charge

Hal lain yang juga bisa membedakan antara teknologi Power Delivery dengan teknologi Quick Charge milik Qualcomm adalah pada jenis konektor yang digunakan.

Jika bicara soal jenis konektor yang digunakan, sudah dapat dipastikan teknologi Quick Charge milik Qualcomm jauh lebih unggul. Pasalnya, teknologi Quick Charge dari Qualcomm bisa berjalan dengan menggunakan jenis konektor USB tipe C dan juga USB tipe A.

Sedangkan teknologi Power Delivery hanya bisa berjalan dengan menggunakan konektor jenis USB tipe C saja.

Perbedaan Power Delivery Dengan Quick Charge dari Tingkat Keamanannya

Perbedaan terakhir antara teknologi Power Delivery dengan Quick Charge juga terletak pada tingkat keamanannya.

Jika bicara soal keamanannya, teknologi Power Delivery ini jauh lebih aman. Pasalnya, teknologi Power Delivery ini sudah berhasil memenuhi standard keamanan dari USB-IF.

Sedangkan teknologi Quick Charge buatan Qualcomm sampai saat ini masih belum berhasil memenuhi standard keamanan dari USB-IF tersebut.

Hanya saja, meskipun belum memenuhi standard keamanan dari USB-IF, teknologi Quick Charge Qualcomm memiliki fitur keamanan khusus.

Jika dilihat dari semua hal yang membedakan antara teknologi Power Delivery dan juga Quick Charge, memang sampai saat ini teknologi Power Delivery masih jauh lebih unggul.

Oleh sebab itu, Apple lebih memilih menggunakan teknologi Power Delivery untuk disematkan di IPhone. Namun belum bisa dipastikan apakah teknologi Power Delivery masih akan jadi juara di beberapa tahun kedepan.